Share the love & peace!

Try to change the world

More About Me...

Nyiur melambai, menghempaskan semilir angin ke wajahnya yang mulai memerah. Hendri tetap duduk terpaku di atas pecahan batu besar di puncak bukit, memandangi hamparan sawah yang menguning. Hampir satu jam ia duduk di sana. “Hmmmmmmmm”, ia menghela nafas dalam-dalam. “Sudah lima belas tahun aku meninggalkan kampung ini”. Baca selanjutnya...

Another Tit-Bit...

"Sebesar keinsyafanmu sebesar itu pula keberuntunganmu" "Berani hidup tak takut mati. Takut mati jangan hidup. Takut hidup mati saja" "Apa yang kau lihat, apa yang kau dengar dan apa yang kau rasakan adalah pendidikan". "Sesuatu yang dibuat dengan sepenuh hati akan menghasilkan yang terbaik; jadilah orang yang maksimalis!".

HAPPY BIRTHDAY KAYSA!

Tidak meriah, hanya dihadiri oleh Kaysa sekeluarga, 10 anak-anak yatim dan seorang tamu yang kebetulan mampir ke rumah. Namun di ulang tahun Kaysa yang ke 2 ini ada perasaan haru, senang dan gembira ketika melihat si Kecil kaysa telah tumbuh semakin pintar. Dia mengikuti prosesi ceremonial dengan bijak. Ketika acara berdoa, diapun juga menengadahkan tangannya. Mungkin dengan bahasanya dia juga berdoa kepada Allah SWT semoga kelak benar-benar menjadi anak yang sholeh yang didambakan oleh orang tuanya. Diapun juga yang meniup lilin dan membagi-bagikan kue tart kecil kepada para undangan. Asahlah jiwa sosial mu nak, semoga kelak engkau menjadi orang yang banyak berzakat.

ACEH, HERE WE COME!

Aneh memang, hampir empat tahun saya mengurus anak-anak korban Tsunami NAD di Rumah Anak Madani, namun belum sama sekali menginjakkan kakiku di tanah rencong tersebut. Mabuk perjalanan lah yang saya rasa menjadi alasan yang sangat tepat, selain kesibukan di belakang meja kantor tentunya.

Alhamdullah, kesempatan langka itu akhirnya tiba. Untuk menindaklanjuti bantuan operasional dari PEMDA NAD, saya harus hadir di kantor Gubernur bertemu dengan ibu Umi Salamah, Kepala Biro Keistimewaan Bagian Sosial yang kebetulan juga wali santri Gontor.

Satu minggu menjelang Hari Raya Idul Fitri 1429 H, saya sekeluarga beserta Sholeh Nurdin sekeluarga berangkat ke Banda Aceh "menunggang" mobil dinas bantuan dari PMI Pusat menembus gunung Seulawah. Menginap di Gontor X, bercengkrama dengan Ust. Nadirman Adam (sekarang almarhum) sekaligus buka puasa dan sahur bersama. Bahkan beliau sempat memanggangkan ikan buat kami, sungguh kenangan indah yang tak terlupakan bersama almarhum. God bless u Man!. Saefullah Tompla yang dulu sama-sama ngajar di Gontor ternyata juga ada di sana, jadilah reuni kecil-kecilan.

Berpose di depan Masjid Raya merupakan angan-anganku sejak kecil. Hasil sulaman ibukulah, yang sampai saat ini masih bergantung di rumahku, mengilhamiku. Di usiaku yang hampir kepala tiga, akhirnya aku bisa merealisasikan mimpi tersebut, meskipun harus kucing-kucingan dengan satpam masjid hehehe. Semoga mimpiku tentang Ka'bah juga segera terealisasi. Amin.

Tidak sah kayaknya kalau ke Banda tanpa singgah dulu di Sabang. Pulau terujung Nusantara ini menggelitikku untuk mengunjunginya. Apalagi di sana ada Sayyed Nazar, bisa dapat tunpangan gratis nih.

Setelah naik kapal cepat sekitar 45 menit sampailah kami di pulau tersebut, Sayyed sudah menunggu kami di pelabuhan. Pulau kecil itu berhasil kami itari sekitar 2 jam. Sayangnya kami tidak sempat ke KM 0, karena waktu yang sangat sempit. Thaks Ya Yeedd@



 
Designed by eblogtemplates.com. Developed by hensba. Copyright @ 2008 - 2009. All rights reserved.