
Danau Siombak; let's cross the country!
Banyak yang tidak tahu kalau di Sumatera Utara ternyata terdapat sebuah danau lagi selain danau Toba. Danau tersebut bernama Siombak Indah yang terletak di Kelurahan Rengas Pulau, Medan Marelan, berjarak sekitar 18 km sebelah utara dari pusat Kota Medan.
Danau ini tidak secara alami terbentuk, melainkan sebuah danau buatan yang pada mulanya merupakan daerah rawa-rawa. Danau buatan ini mempunyai sejarah tersendiri, yakni sekitar tahun 1980, tanah di rawa-rawa itu dikeruk untuk menimbun pembuatan jalan tol Belawan-Medan-Tanjung Morawa (Belmera) sepanjang 34 km.
Daerah yang dikeruk dari tanah milik masyarakat ini, kini menjadi sebuah danau yang memiliki luas sekitar 40 hektare dengan garis tengah 1.000 meter dan memiliki kedalaman 10 meter. Sebanyak 29 hektare dari luas danau itu merupakan areal perairan, sisanya areal daratan.
Pada hari Minggu kemarin, 08 Maret 2009 saya beserta keluarga menjadi full-timer acara Outing: cross country yang diadakan kantor untuk anak-anak. Rute perjalanan diawali dari Pasar II Marelan dan berakhir di danau Siombak. Track berhasil ditempuh selama dua jam, melewati perumahan penduduk, rawa dan tambak.
Daerah Medan Marelan ternyata juga dipenuhi banyak masyarakat jawa keturunan yang biasa disebut Pujakesuma; putra Jawa kelahiran Sumatera seperti daerah-daerah Medan pinggiran lainnya. Ketika mencari rute dadakan dikarenakan ada sebuah jalan dalam rute awal dipakai untuk acara pesta pernikahan, saya bertanya kepada seorang nenek tua yang sedang duduk-duduk di depan rumahnya tentang keberadaan jalan alternatif. Saya bertanya dengan bahasa Indonesia dengan logat Batak saya yang agak lucu, namun sang nenek menjawab dengan bahasa Jawa halus. Haa!! Jadilah kami ngobrol ngalor ngidul dengan bahasa nenek moyangku.
Tepat pada pukul 11.00 WIB, saya sampai di danau Siombak. Danau yang berada di ketinggian dua meter di atas permukaan laut ini, sebenarnya sangat potensial sebagai sebuah tempat tujuan wisata karena memiliki keindahan alam yang sekelilingnya ditumbuhi pohon nyiur hijau. Apalagi danau itu terletak di antara dua sungai, yaitu Sungai Deli yang bermuara di Bagan Deli, Belawan, dan Sungai Terjun yang bermuara di Kuala Deli, Belawan. Sayang, lagi-lagi, alam Indonesia tidak dikelola dengan tangan-tangan terampil yang professional. Pinggiran danau nampak kotor dengan sampah-sampah, tumpahan oil dari kapal boot menambah bau yang kurang sedap. Saya dengar kabar terakhir, seorang pengusaha asal Malaysia berkehendak berinvestasi di tempat ini. Hayo, apalagi yang hendak kita gadaikan???!!!
Danau ini tidak secara alami terbentuk, melainkan sebuah danau buatan yang pada mulanya merupakan daerah rawa-rawa. Danau buatan ini mempunyai sejarah tersendiri, yakni sekitar tahun 1980, tanah di rawa-rawa itu dikeruk untuk menimbun pembuatan jalan tol Belawan-Medan-Tanjung Morawa (Belmera) sepanjang 34 km.
Daerah yang dikeruk dari tanah milik masyarakat ini, kini menjadi sebuah danau yang memiliki luas sekitar 40 hektare dengan garis tengah 1.000 meter dan memiliki kedalaman 10 meter. Sebanyak 29 hektare dari luas danau itu merupakan areal perairan, sisanya areal daratan.
Pada hari Minggu kemarin, 08 Maret 2009 saya beserta keluarga menjadi full-timer acara Outing: cross country yang diadakan kantor untuk anak-anak. Rute perjalanan diawali dari Pasar II Marelan dan berakhir di danau Siombak. Track berhasil ditempuh selama dua jam, melewati perumahan penduduk, rawa dan tambak.
Daerah Medan Marelan ternyata juga dipenuhi banyak masyarakat jawa keturunan yang biasa disebut Pujakesuma; putra Jawa kelahiran Sumatera seperti daerah-daerah Medan pinggiran lainnya. Ketika mencari rute dadakan dikarenakan ada sebuah jalan dalam rute awal dipakai untuk acara pesta pernikahan, saya bertanya kepada seorang nenek tua yang sedang duduk-duduk di depan rumahnya tentang keberadaan jalan alternatif. Saya bertanya dengan bahasa Indonesia dengan logat Batak saya yang agak lucu, namun sang nenek menjawab dengan bahasa Jawa halus. Haa!! Jadilah kami ngobrol ngalor ngidul dengan bahasa nenek moyangku.
Tepat pada pukul 11.00 WIB, saya sampai di danau Siombak. Danau yang berada di ketinggian dua meter di atas permukaan laut ini, sebenarnya sangat potensial sebagai sebuah tempat tujuan wisata karena memiliki keindahan alam yang sekelilingnya ditumbuhi pohon nyiur hijau. Apalagi danau itu terletak di antara dua sungai, yaitu Sungai Deli yang bermuara di Bagan Deli, Belawan, dan Sungai Terjun yang bermuara di Kuala Deli, Belawan. Sayang, lagi-lagi, alam Indonesia tidak dikelola dengan tangan-tangan terampil yang professional. Pinggiran danau nampak kotor dengan sampah-sampah, tumpahan oil dari kapal boot menambah bau yang kurang sedap. Saya dengar kabar terakhir, seorang pengusaha asal Malaysia berkehendak berinvestasi di tempat ini. Hayo, apalagi yang hendak kita gadaikan???!!!













Sebagai Putra Paya Pasir saya bangga sekarang Siombak makin di kenal orang,walaupun semenjak hijrah ke Jakarta saya sudah tidak melihat lagi ke indahan danau Siombak,mudah-mudahan lebaran tahun ini saya bisa kembali melihat ke indahan danau Siombak.